BeritaPendidikanSulsel

Program Pendidik ANDALAN Berdampak 3+5+6

288

Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui peluncuran Program Pendidik ANDALAN Berdampak 3+5+6, sebuah inisiatif inovatif yang menekankan kolaborasi, kompetensi, dan kontribusi nyata di lingkungan pendidikan yang dilaksanakan dalam rangka menyambut Ulang tahun Sulswesi Selatan yang ke 356 tahun.

Sorot Media – Makassar- Jum’at, 10/10/2025 – Program Pendidikan ANDALAN Berdampak 3+5+6 yang secara resmi di buka kegiatannya melalui Virtual Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, H. Andi Iqbal Najamuddin, SE, menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari visi “Sulsel ANDALAN” yang menempatkan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan daerah.

“Program Pendidik ANDALAN Berdampak 3+5+6 ini bukan sekadar pelatihan, tetapi gerakan perubahan mindset dan perilaku guru agar menjadi agen transformasi di sekolah dan masyarakat,” ujarnya.

Makna 3+5+6 dalam Program

“Pendidik ANDALAN Berdampak”, yang berlangsung selama dua minggu, mulai tanggal 10 hingga 24 Oktober 2025. Program ini hadir dengan konsep terintegrasi “3+5+6” yang menggabungkan tiga proyek kolaborasi digital, lima program maju berbasis digital, serta enam program berkarakter guna meningkatkan kualitas dan peran pendidik di era digital. Hal ini diharapkan akan mampu memebrikan dampak yang nyata terhadap keterampilan dan pembentukan karakter dikalangan guru untuk menghadapi era digital.

Program ini memiliki struktur pengembangan kompetensi yang dirumuskan dalam tiga lapisan utama:

  • 3 Pilar ANDALAN: Adaptif, Dedikatif, dan Kolaboratif.
    Tiga nilai ini menjadi dasar pembentukan karakter pendidik yang tangguh menghadapi perubahan zaman.
  • 5 Kompetensi Kunci: Pedagogik, Profesional, Sosial, Kepemimpinan, dan Literasi Digital.
    Lima kompetensi tersebut diharapkan memperkuat kapasitas guru dalam mengelola pembelajaran berkualitas di era digital.
  • 6 Dampak Nyata: peningkatan motivasi belajar siswa, inovasi pembelajaran berbasis teknologi, penguatan karakter peserta didik, peningkatan kolaborasi antar guru.

Program ini menyasar guru-guru jenjang SMA/SMK di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Setiap peserta akan mengikuti serangkaian pelatihan berbasis proyek (Project-Based Learning) serta bimbingan komunitas melalui platform digital yang dikembangkan Dinas Pendidikan Sulsel.

Selain pelatihan teknis, program ini juga menekankan nilai-nilai humanistik dan kearifan lokal Sulawesi Selatan, agar pendidik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam integritas, empati, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Guru adalah ujung tombak perubahan. Melalui program ini, kami ingin memastikan setiap pendidik memiliki daya juang, daya inovasi, dan daya dampak yang tinggi,” tambah Kepala Dinas Pendidikan Sulsel.

Peluncuran program ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk para kepala sekolah dan pengawas pendidikan yang menilai langkah ini sebagai terobosan penting menuju transformasi pendidikan Sulsel yang berkelanjutan.

Sementara itu Plt. Kepala Bidang GTK, Dr. H.Anshar Syukur,S.Kom,M.I.Kom, mengungkapkan, pelaksanaan program ini dengan mengambil angka 356 merupakan perwujudan untuk memperingati Ulang tahun Provinsi Sulawesi Selatan. Lebih lanjut, oleh Plt Kabid GTK, Dr. Anshar Syukur, S.Kom., M.I.Kom, Menjabarkan lebih lanjut mengenai konsep “3+5+6”, yaitu

3 Proyek Kolaborasi Digital: Mendorong sinergi antarpendidik dan lembaga dalam pengembangan konten digital dan media pembelajaran.

5 Program Maju: Fokus pada peningkatan kapasitas digital lewat pelatihan, aplikasi teknologi dalam pembelajaran, dan literasi digital.

6 Program Berkarakter: Memperkuat nilai karakter, kepemimpinan, dan etika profesi dalam dunia pendidikan. ( Tim Redaksi )

Exit mobile version