Kota MakassarProfil

Makassar Tatap 2026: Strategi Matang Menuju Kota Layak Huni dan Pelayanan Prima

73

Sorot Media Makassar, 11 Januari 2026

Pemerintah Kota Makassar resmi menetapkan arah kebijakan pembangunan tahun 2026 dengan mengusung misi transformasi ruang kota dan penguatan layanan dasar. Melalui serangkaian langkah strategis yang matang, Pemerintah Kota (Pemkot) memastikan setiap program prioritas tidak hanya menjadi proyek fisik, melainkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.

Wali Kota Makassar menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum krusial dalam pemerataan kualitas hidup warga. “Seluruh program disusun secara bertahap dan terukur. Kami menyesuaikan antara kesiapan teknis, ketersediaan anggaran, dan besaran dampak yang dihasilkan,” ungkapnya dalam rapat koordinasi pembangunan.

Fokus pada Infrastruktur Ikonik dan Ruang Publik

Salah satu poin utama dalam transformasi ruang kota adalah pembangunan Stadion Untia. Kehadiran stadion ini diproyeksikan menjadi pusat olahraga baru sekaligus penggerak ekonomi di wilayah utara Makassar. Paralel dengan itu, Penataan Kawasan Karebosi terus dikebut untuk mengembalikan fungsi ikonik jantung kota tersebut sebagai ruang publik yang modern namun tetap inklusif.

Revolusi Layanan Dasar: Pendidikan dan Kesehatan

Di sektor pelayanan publik, Pemkot Makassar memperkuat komitmennya melalui:

  • Pendidikan Gratis dan Merata: Program pembagian seragam sekolah gratis akan diperluas cakupannya untuk meringankan beban orang tua siswa. Selain itu, pengembangan Sekolah Percontohan terus dilakukan sebagai standar kualitas pendidikan masa depan.
  • Akses Kesehatan Terintegrasi: Revitalisasi Puskesmas di berbagai titik strategis bertujuan untuk mendekatkan layanan kesehatan berkualitas bagi warga di tingkat kelurahan.
  • Digitalisasi Layanan: Kelanjutan pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) menjadi tulang punggung birokrasi yang cepat, transparan, dan bebas pungli.

Pembangunan yang Berkelanjutan dan Terukur

Pemkot Makassar menekankan bahwa seluruh proyek ini telah melalui tahap pengkajian mendalam. Pendekatan yang digunakan bukan lagi sekadar “membangun”, tetapi memastikan manfaatnya langsung dirasakan oleh warga (social impact).

Dengan perencanaan yang solid ini, Makassar optimis dapat naik kelas menjadi kota dunia yang nyaman bagi penghuninya dan kompetitif secara ekonomi. ( Tim Redaksi )

Exit mobile version