BeritaKota Makassar

Senjata Mainan “Omega” Viral di Makassar, Orang Tua Resah dan Polisi Beri Himbauan

163

Sorot Media Makassar, 1 Maret 2026 

Demam mainan baru tengah melanda anak-anak dan remaja di Kota Makassar. Senjata mainan yang dijuluki “Omega” mendadak viral di media sosial dan terlihat dimainkan di berbagai sudut lorong hingga fasilitas umum di Kota Daeng.

Meski berlabel mainan, fenomena ini mulai memicu keresahan di kalangan orang tua dan pengguna jalan karena bentuknya yang menyerupai senjata api asli serta suara ledakan yang dihasilkan cukup nyaring.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa tren “Omega” ini masif tersebar melalui unggahan TikTok dan grup WhatsApp warga Makassar. Dalam video-video yang beredar, anak-anak tampak melakukan simulasi “perang kelompok” atau bakka-bakka (istilah lokal untuk saling serang) menggunakan mainan tersebut.

“Hampir setiap sore anak-anak di depan lorong main itu. Suaranya kencang sekali, mirip petasan atau tembakan. Kami khawatir kalau kena mata atau memicu perkelahian betulan antar kelompok,” ujar salah satu warga di Kecamatan Rappocini, Selasa (01/03/2026).

Senjata mainan “Omega” merupakan jenis replika senjata yang menggunakan sistem pegas atau tekanan udara untuk melontarkan peluru plastik kecil (BB) atau menggunakan mekanisme cap gun (korek api) untuk menghasilkan suara ledakan. Desainnya yang futuristik namun memiliki kemiripan skala dengan senjata asli membuatnya sangat diminati.

Harganya pun tergolong terjangkau, berkisar antara Rp25.000 hingga Rp75.000, dan mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Sentral maupun pedagang mainan kaki lima di sekitar sekolah.

Menanggapi fenomena ini, Polrestabes Makassar mulai meningkatkan patroli di titik-titik kumpul remaja. Pihak kepolisian menghimbau agar para orang tua lebih ketat mengawasi anak-anak mereka.

“Kami memantau tren senjata mainan Omega ini. Kami meminta orang tua untuk bijak. Jangan sampai mainan ini disalahgunakan untuk aksi tawuran atau mengganggu ketertiban umum. Jika ditemukan ada yang mengarah pada tindak pidana atau membawa senjata tajam yang disamarkan, kami tidak segan mengambil tindakan tegas,” tegas pihak Humas Polrestabes Makassar.

Selain masalah suara bising, sosiolog dari Universitas Hasanuddin menilai fenomena ini sebagai bentuk peniruan budaya kekerasan yang dikemas dalam bentuk permainan. Jika tidak diarahkan, dikhawatirkan anak-anak akan kehilangan sensitivitas terhadap bahaya senjata api yang sebenarnya.

Warga berharap pemerintah kota melalui Satpol PP dapat menertibkan pedagang yang menjual mainan berbahaya tersebut kepada anak-anak di bawah umur tanpa pengawasan.

Bertendangan fenomena permainan tembak-tembakan menggunakan peluru jelly dan butiran plastik atau yang dikenal sebagai senjata mainan “omega” belakangan ini marak terjadi di wilayah Kecamatan Manggala Khususnya Kota Makassar. Aktivitas tersebut dilakukan oleh kelompok remaja hingga orang dewasa dan dinilai meresahkan masyarakat serta pengguna jalan.

Menanggapi situasi tersebut, personel Polsek Manggala melaksanakan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Sabtu (28/2/2026) dini hari. Dalam patroli tersebut, petugas membubarkan kelompok yang melakukan aksi saling serang menggunakan senjata mainan dan mengamankan sejumlah anak beserta barang bukti mainan yang digunakan.

Aksi tembak-tembakan tersebut kerap dilakukan di jalan raya hingga mengganggu aktivitas pengendara. Bahkan, para pemain diketahui berkelompok konvoi menggunakan sepeda motor sambil melakukan aksi saling serang, yang berpotensi menimbulkan kecelakaan serta membahayakan keselamatan masyarakat sekitar.

Kapolsek Manggala, Semuel To’Longan, SH,.MH,.M.SI, mengatakan pihaknya kembali meningkatkan intensitas patroli sebagai langkah pencegahan dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Manggala.

“Patroli wilayah kami intensifkan hingga menjelang waktu sahur dan setelah shalat subuh guna mengantisipasi aktivitas yang dapat mengganggu keamanan lingkungan,” ujarnya.

Selain patroli rutin, pihak kepolisian juga menginstruksikan seluruh personel Bhabinkamtibmas untuk berkoordinasi bersama RT dan RW setempat dalam memberikan himbauan kepada masyarakat. Orang tua diminta lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya agar tidak bermain menggunakan jenis senjata mainan tersebut karena berisiko melukai diri sendiri maupun orang lain.

Polsek Manggala berharap peran aktif masyarakat dapat membantu menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, serta mencegah terjadinya gangguan kamtibmas akibat tren permainan berbahaya yang saat ini tengah marak di kalangan remaja. (Liputan : Tim Sorot Media Makassar)

Exit mobile version