Sorot Media – Makassar, 16 Juni 2025 – Kabar gembira datang bagi ribuan calon siswa di Kota Makassar. Sebanyak 3.421 calon siswa dinyatakan lulus dalam seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kota Makassar. Pengumuman hasil seleksi yang dinanti-nantikan ini telah dirilis hari ini, Senin, 16 Juni 2025, pukul 10.00 WITA. Pengumuman kelulusan ini melalui jalur Domisili, Afirmasi dan Mutasi. Jadi untuk kedepannya masih ada jalur Prestasi yang akan dilaksanakan oleh SMA Negeri sebelum SPMB ditutup.
Ribuan calon siswa yang berhasil melewati ketatnya proses seleksi ini kini berhak untuk melanjutkan pendidikan mereka di berbagai SMA Negeri favorit di penjuru Kota Makassar. Angka 3.421 ini mencerminkan tingginya antusiasme serta persaingan yang ketat.
Proses SPMB tahun ini diketahui berjalan dengan transparan dan akuntabel, menggunakan sistem daring untuk meminimalisir praktik-praktik yang tidak diinginkan. Begitu pula dengan pengumuman yang langsung dapat dilihat di portal SPMB. Jadi para casis tidak perlu ke sekolah untuk melihat pengumuman kelulusan diterima.
Bagi calon siswa yang belum berkesempatan lolos di jalur ini, diharapkan tidak berkecil hati. Masih ada kesempatan melalui jalur lain atau pilihan sekolah swasta yang juga memiliki kualitas pendidikan yang baik yang tidak kalah baiknya dengan sekolah negeri.
Diungkapkan, bahwa saat ini banyak sekolah swasta yang memiliki sarana dan prasarana yang lengkap dengan kualitas dan mutu pendidikan yang setara dengan sekolah negeri. Jadi tidak ada salahnya jika casis yang tidak lulus di sekolah negeri mendaftar di sekolah swasta yang ada di Kota Makassar ini.
Data jumlah keseluruhan lulusan SMP Swasta dan negeri yang masuk ke jenjang SMA tahun 2025 sebanyak 12.535 casis. Jadi jika dilihat dari jumlah yang lolos sampai hari ini (Senin, 16/06/2025. red) sebanyak 3.421, itu berarti masih ada 9.114 yang belum tertampung di sekolah jenjang SMA.
Sehubungan dengan adanya ketidakpuasan orang tua terhadap sistem domisili yang berlaku saat pendaftaran. Lantaran yang diambil bukan sistem jarak tetapi diambil dari hasil Tes Potensi Akademik ( TPA ) yang dilaksanakan saat pra pendaftaran.
Salah seorang orang tua casis yang sempat ditanya, mengatakan, mau bagaimana ini sistem, dan dimaklumi. Sekolah hanya melaksanakan apa yang turun dari atas ( Dinas Pendidikan, red). Dan anaknya tidak lulus di jalur domisili, mungkin akan mencoba di jalur prestasi” imbuhnya.
Sehubungan dengan SPMB tahun ini, tidak terlalu banyak perbedaan dari tahun -tahun sebelumnya. Yang berbeda di jalur domisili saja, begitu juga dengan jalur prestasi yang saat ini masih tersisa dan akan menjadi jalur terakhir bagi casis yang tidak lulus di salah satu dari tiga jalur yang sudah diikuti.
Untuk jalur prestasi, akan diambil nilai rata – rata rapor dari semester 1 – 5 dikalikan nilai TPA yang diperoleh dalam bentuk persen.
( Misalnya Si A Nilai rata-rata rapor 95 dan Nilai TPA 30 maka rumusnya 95×30%=28,5).
Dengan diterimanya 3.421 calon siswa baru ini, SMA Negeri di Makassar siap menyambut tahun ajaran baru dengan semangat dan harapan baru untuk mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan berprestasi.
Dan tahun ajaran baru nanti kurikulum yang juga berbeda, yang tadi ada dinamakan kurikulum K13, Kurikulum Merdeka, bah tahun ajaran 2025/2026 para siswa akan mendapati Pembelajaran mendalam ( Deep Learning ) dengan penambahan Pengenalan AI dan Coding yang diharapkan siswa akan mampu.
Dimana penerapan deep learning di sekolah memiliki potensi besar untuk merevolusi proses belajar mengajar dan administrasi pendidikan. Berikut adalah beberapa tujuan utama mengapa deep learning diterapkan di sekolah:
1. Personalisasi Pembelajaran:
- Adaptasi Konten: Deep learning dapat menganalisis gaya belajar, kecepatan pemahaman, dan area kesulitan setiap siswa. Dengan demikian, sistem dapat merekomendasikan materi pembelajaran yang dipersonalisasi, tugas yang sesuai, dan sumber daya tambahan yang relevan.
- Umpan Balik Instan: AI berbasis deep learning bisa memberikan umpan balik segera dan spesifik mengenai kinerja siswa, membantu mereka memahami kesalahan dan memperbaiki pemahaman mereka secara real-time. Ini sangat membantu untuk mata pelajaran seperti matematika atau pemrograman.
2. Peningkatan Efisiensi Administrasi:
- Otomatisasi Penilaian: Deep learning dapat mengotomatisasi penilaian tugas, esai, atau ujian, terutama untuk format pilihan ganda atau jawaban singkat, membebaskan waktu guru untuk fokus pada interaksi yang lebih personal dengan siswa.
- Analisis Data Siswa: Dengan menganalisis data kehadiran, nilai, dan partisipasi, deep learning dapat membantu mengidentifikasi siswa yang berisiko mengalami kesulitan akademis atau putus sekolah, memungkinkan intervensi dini.
- Manajemen Sumber Daya: Deep learning dapat mengoptimalkan penjadwalan kelas, alokasi ruangan, dan pengelolaan inventaris sekolah berdasarkan data historis dan prediksi.
3. Pengembangan Kurikulum dan Metodologi Pengajaran:
- Identifikasi Tren Pembelajaran: Deep learning dapat menganalisis data besar dari hasil belajar siswa secara kolektif untuk mengidentifikasi tren, kesenjangan dalam kurikulum, atau area di mana metode pengajaran mungkin perlu disesuaikan.
- Prediksi Hasil Belajar: Dengan data yang memadai, deep learning bisa memprediksi keberhasilan siswa dalam mata pelajaran tertentu atau dalam mencapai tujuan pendidikan tertentu, membantu guru dan administrator merancang strategi yang lebih efektif.
4. Peningkatan Aksesibilitas Pendidikan:
- Tutor Virtual: Deep learning dapat digunakan untuk mengembangkan tutor virtual yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja, memberikan dukungan tambahan bagi siswa di luar jam pelajaran.
- Penerjemahan dan Adaptasi Bahasa: Untuk siswa dengan latar belakang bahasa yang berbeda atau kebutuhan khusus, deep learning dapat membantu menerjemahkan materi pembelajaran atau mengadaptasi konten agar lebih mudah diakses.
5. Mendorong Keterampilan Abad ke-21:
- Literasi Data dan AI: Memperkenalkan deep learning di lingkungan sekolah secara tidak langsung juga memperkenalkan siswa pada konsep-konsep AI dan literasi data, keterampilan yang semakin penting di era digital.
- Pemecahan Masalah Kompleks: Siswa dapat belajar bagaimana deep learning digunakan untuk memecahkan masalah dunia nyata, mendorong pemikiran kritis dan kemampuan pemecahan masalah.
Secara keseluruhan, tujuan deep learning diterapkan di sekolah adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih cerdas, efisien, personal, dan inklusif, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan siswa untuk tantangan masa depan. ( Tim Redaksi )
Ikuti terus perkembangan SPMB Tahun 2025 untuk Jalur Prestasi
