Sorot Media – Jakarta, 12 Januari 2025
Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia pada Senin (12/1). Peresmian pusat pendidikan ini dipusatkan di salah satu titik Sekolah Rakyat di Jakarta Timur dan diikuti secara virtual oleh para gubernur serta pegiat pendidikan dari Sabang hingga Merauke.

Program Sekolah Rakyat ini merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk menyediakan akses pendidikan non-formal dan penguatan literasi bagi anak-anak serta masyarakat di wilayah pelosok dan padat penduduk.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan fisik gedung hanyalah langkah awal. Esensi dari program ini adalah memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam penguasaan ilmu pengetahuan.
“Kita tidak boleh membiarkan jarak geografis menjadi penghalang bagi anak-anak kita untuk bermimpi. 166 Sekolah Rakyat ini adalah simbol kehadiran negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa hingga ke titik terluar,” ujar Presiden Prabowo.
Beberapa poin utama dari program Sekolah Rakyat ini meliputi:
- Fasilitas Modern: Setiap sekolah dilengkapi dengan perpustakaan digital dan akses internet satelit.
- Kurikulum Berbasis Karakter: Selain pelajaran umum, sekolah ini fokus pada pendidikan budi pekerti dan keterampilan praktis (vocational skills).
- Pemberdayaan Lokal: Melibatkan tenaga pengajar muda dan relawan dari daerah setempat untuk meningkatkan ekonomi komunitas.
Pembangunan 166 sekolah ini mencakup wilayah-wilayah strategis di 34 provinsi, dengan konsentrasi pada daerah yang memiliki tingkat literasi rendah dan fasilitas pendidikan formal yang sulit dijangkau. Menteri Pendidikan yang mendampingi Presiden menyatakan bahwa proyek ini diselesaikan dalam waktu relatif singkat berkat kolaborasi antara Kementerian PUPR dan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial.
Dengan resminya sekolah-sekolah ini, pemerintah menargetkan peningkatan indeks literasi nasional secara signifikan dalam tiga tahun ke depan. Presiden juga berpesan kepada para guru dan pengelola agar merawat fasilitas tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Gunakan tempat ini sebagai laboratorium inovasi. Biarkan anak-anak kita bereksperimen, membaca, dan bertanya. Dari sekolah-sekolah rakyat inilah, kita harapkan lahir pemimpin bangsa di masa depan,” tutup Presiden.
Berkaitan itu, di Sulawesi Selatan, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang hadir secara virtual dari salah satu titik Sekolah Rakyat di pelosok Kabupaten Bone, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif pemerintah pusat ini. Beliau menekankan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat sangat membantu pemerintah daerah dalam menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses oleh sekolah formal.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo. Di Sulawesi Selatan, sekolah ini menjadi oase bagi anak-anak di wilayah pegunungan dan pesisir. Ini bukan sekadar bangunan, tapi harapan baru bagi orang tua agar anak-anak mereka memiliki keterampilan yang relevan dengan dunia kerja saat ini,” ujar Andi Sudirman.
Beliau juga menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk bersinergi dengan memberikan dukungan operasional tambahan. Selain itu juga akan memastikan jalur transportasi menuju titik-titik sekolah tersebut tetap terjaga agar mobilitas siswa dan pengajar lancar. Pemprov Sulsel akan mengintegrasikan program “Smart School” milik daerah dengan fasilitas digital di Sekolah Rakyat. ( Tim Redaksi-Nasional)




















