Berita

Solusi Cerdas Pendidikan: Appi Gandeng Sekolah Swasta dalam SPBM, Pemkot Makassar Biayai Siswa Tak Tertampung

100

Sorot Media – Makassar, 9 Juni 2026

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, menghadirkan terobosan besar dalam sektor pendidikan. Pada pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini, Pemkot Makassar resmi menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah swasta di Kota Daeng.

Langkah strategis ini diambil sebagai solusi konkret untuk mengatasi persoalan klasik yang kerap terjadi setiap tahun, yaitu membludaknya calon siswa baru yang tidak mampu tertampung di sekolah-sekolah negeri karena keterbatasan kuota dan zonasi.

Melalui program kolaborasi ini, Pemkot Makassar berkomitmen penuh untuk membiayai seluruh siswa yang tidak lolos di sekolah negeri agar tetap bisa bersekolah di sekolah swasta pilihan tanpa harus dibebani biaya pendidikan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), menegaskan bahwa hak mendapatkan pendidikan yang layak adalah milik semua anak di Kota Makassar, baik kaya maupun miskin, dan tidak boleh terhambat oleh keterbatasan fasilitas sekolah negeri.

“Pendidikan adalah fondasi utama masa depan Makassar. Kita tidak ingin lagi mendengar ada anak yang putus sekolah atau orang tua yang stres karena anaknya tidak lulus di sekolah negeri. Melalui kerja sama ini, Pemkot Makassar hadir untuk membiayai siswa yang tidak tertampung di negeri agar bisa bersekolah di swasta secara gratis,” ujar Appi dalam keterangannya.

Appi menambahkan, kualitas pendidikan di sekolah swasta di Makassar saat ini sudah sangat baik dan merata. Oleh karena itu, kolaborasi ini diharapkan mampu mengikis stigma “sekolah favorit” dan menciptakan pemerataan kualitas pendidikan.

Berkaitan secara teknis, Pemkot Makassar melalui Dinas Pendidikan tengah merampungkan skema penyaluran bantuan biaya pendidikan ini. Skema tersebut akan diintegrasikan langsung ke dalam sistem SPBM, sehingga orang tua siswa dapat langsung melihat opsi sekolah swasta mitra jika jalur negeri telah terpenuhi.

Komponen pembiayaan yang akan ditanggung oleh Pemkot Makassar meliputi biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) dan biaya pendaftaran awal, sesuai dengan regulasi dan anggaran yang telah disiapkan dalam APBD.

Prioritas utama dari program pembiayaan ini akan menyasar siswa dari keluarga kurang mampu atau yang terkendala jalur zonasi, guna memastikan asas keadilan sosial dalam pendidikan benar-benar terwujud.

Kebijakan “Appi Gandeng Swasta” ini langsung mendapat respons positif dari masyarakat luas, khususnya para orang tua murid yang kerap cemas setiap kali musim penerimaan siswa baru tiba.

“Alhamdulillah, kebijakan ini sangat menenangkan hati kami sebagai orang tua. Selama ini kami takut kalau anak tidak masuk negeri, biaya di swasta mahal. Dengan adanya jaminan dari Pemkot, kami tidak perlu khawatir lagi,” ungkap Ruslan (42), salah satu warga Kecamatan Rappocini.

Bergandengan dengan hal ini, Kepala-Kepala SMP Swasta yang bernaung dibawah Bendera Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kota Makassar, sangat mendukung hal ini. Namun yang perlu digaris bawahi dalam program ini apakah benar – benar terlaksana bukan janji- janji seperti yang telah berlaku tahu-tahun kemarin.

Hal ini diungkapkan oleh beberapa Kepala Sekolah SMP Swasta pada saat pertemuan MKKS Kota Makassar bersama pihak Dinas Pendidikan Kota yang diwakili oleh Kasie SMP Disdik Makassar, Sulaeman. Sementara itu Pak Sulaeman, mengungkapkan, bahwa untuk tahun ini pihak pemerintah benar-benar akan memegang komitmennya untuk membantu sekolah swasta. Dengan menggratiskan biaya sekolah bagi siswa yang akan masuk di SMP Swasta. 

Dalam pertemuan MKKS SMP Swasta dan Dinas Pendidikan Kota Makassar, diungkapkan juga untuk pendidikan gratis tersebut, sumber dananya akan digelontorkan dari Bos Daerah. Sehubungan dengan masuknya sekolah-sekolah swasta di sistem penerimaan murid baru, bukan hanya tahun ini saja. Tapi tahun-tahun kemarin juga ada beberapa SMP Swasta sudah masuk di sistem tetapi nyatanya tetap tidak mendapatkan siswa.

Pengamat pendidikan setempat juga menilai langkah ini sebagai lompatan besar yang progresif. Kerja sama dengan sekolah swasta dinilai tidak hanya menyelesaikan masalah daya tampung, tetapi juga membantu menghidupkan ekosistem sekolah swasta yang selama ini berjuang secara mandiri.

Untuk mematangkan program ini, Pihak Dinas pendidikan Kota Makassar, melakukan pendataan SMP Swasta yang menggratiskan siswa dan jumlah siswa yang akan digratiskan. Mengapa ini dilakukan, hal ini lantaran banyak juga SMP Swasta tidak full gratis. Artinya SMP Swasta yang berkategori Favorit dan pilihan tentunya berbayar sesuai dengan sarana dan prasarana serta kualitas serta mutu sekolah.

Dengan adanya program ini, Pemkot Makassar di bawah kepemimpinan Appi optimistis angka anak putus sekolah di Makassar dapat ditekan hingga nol persen (Zero Drop Out), sekaligus mewujudkan visi Makassar sebagai kota pendidikan yang inklusif dan maju. ( Hasbi / Rizal Salim )

Exit mobile version