Empat Kebenaran Mulia adalah landasan filosofis dan praktis bagi umat Buddha dalam menjalani kehidupan spiritual mereka. Dengan memahami dan mempraktikkan Jalan Mulia Berunsur Delapan, umat Buddha berusaha untuk melepaskan diri dari penderitaan dan mencapai kebahagiaan sejati dalam Nirvana.
Sorot Media – Makassar, [12/5/2025] – Ratusan umat Buddha di Makassar dan sekitarnya dengan khidmat mengikuti serangkaian acara perayaan Tri Suci Waisak 2569 BE / 2025 M yang dipusatkan di Klenteng Kwan Kong ( Rumah Ibadah Satya Dharma ) di Makassar. Perayaan tahun ini mengangkat tema “Hari Raya Trisuci Waisak 2569 BE 12 Mei 2025. Dengan mengangkat tema “Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan, Mewujudkan Perdamaian Dunia”

Sejak pagi hari, umat Buddha mulai memadati Klenteng Kwan Kong. Mereka membawa persembahan berupa bunga, buah-buahan, dan dupa sebagai wujud bakti dan penghormatan kepada Buddha, Dharma, dan Sangha. Rangkaian acara diawali dengan puja bakti, meditasi bersama, dan mendengarkan Dhamma (ajaran Buddha) yang disampaikan Kepala Bhikkhu.
Salah satu momen penting dalam perayaan ini adalah penaikan Panji Buddhis, Padakkhina dipimpin Hasdy, S.Si., M.Si.,
Prosesi ini memiliki makna simbolis sebagai pembersihan diri dan menyebarkan energi positif kepada sesama. Umat tampak khusyuk mengikuti setiap tahapan acara dengan mengenakan pakaian serba putih atau pakaian tradisional.
Sementara itu Hikmah Waisak oleh YM Bhikkhu Kovido, pelaksana Keluarga Buddhis Brahmavihara (KBBV). Oleh para Bhikkhu dan tokoh Agama Buddha. Dituturkan bahwa para umat Budha senantiasa berpegang pada salah satu ajaran Buddha yang mendasar dan sangat penting bagi para umat Buddha adalah Empat Kebenaran Mulia (Arya Satya). Ajaran ini merupakan inti dari ajaran Buddha dan memberikan pemahaman tentang hakikat penderitaan dan jalan menuju kebebasan.
Ketua Panitia Perayaan Waisak Makassar, Hasdy, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa perayaan Tri Suci Waisak merupakan momen penting bagi umat Buddha untuk mengenang tiga peristiwa suci dalam kehidupan Buddha Gautama, yaitu kelahiran, pencapaian Penerangan Sempurna, dan Parinibbana (wafat).
Ditambahkan oleh Pak Hasdy,momen dari perayaan Waisak tahun ini, yakni bagaimana mempererat tali silaturahmi diantara pemeluk Agama Budha sekaligus dengan masyarakat luas. Dan yang lebih utama bagaimana menciptakan kedamaian dunia. Terkhusus di Kota Makassar, bagaimana menciptakan toleransi antar umat beragama dan saling gotong royong dengan masyarakat umum. Buktinya telah banyak dukungan dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat luas yang tertimpa musibah, tambahnya.
Suasana khidmat dan penuh sukacita terasa di sepanjang acara. Para umat Buddha dari berbagai kalangan usia tampak berbaur dan saling berbagi kebahagiaan. Kehadiran perwakilan dari berbagai organisasi keagamaan dan tokoh masyarakat juga menambah semarak perayaan, menunjukkan semangat kebersamaan dan toleransi antar umat beragama di Kota Makassar.
Sementara itu pihak kepolisian setempat mengapresiasi kelancaran dan ketertiban jalannya perayaan Waisak di Makassar. Mereka berharap, suasana kondusif ini dapat terus terjaga di tengah keberagaman masyarakat Kota Makassar.


















