Reference School Google Di Makassar
Google LLC adalah sebuah perusahaan teknologi multinasional Amerika Serikat yang berfokus pada layanan dan produk terkait Internet. Ini mencakup teknologi pencarian, komputasi web, perangkat lunak, dan periklanan daring. Google dikenal sebagai mesin pencari web terbesar di dunia, yang digunakan oleh miliaran orang setiap hari untuk menemukan informasi dari berbagai belahan dunia.
Google sebagai perusahaan teknologi dunia, selalu melahirkan aplikasi-aplikasi yang mengarah kepada peningkatan mutu dan kualitas guru dan siswa. Dengan Google Workspace guru dapat menciptakan media – media pembelajaran yang mengasyikkan. Sehingga siswa dalam menerima materi pelajaran tidak monoton.

Dan kini dunia pendidikan di Indonesia kembali menunjukkan kemajuan signifikan dengan ditunjuknya sebuah institusi pendidikan sebagai “Sekolah Rujukan Google.” Penunjukan ini menjadi tonggak penting dalam upaya modernisasi proses belajar mengajar di Tanah Air, membawa harapan baru bagi pengembangan talenta digital di kalangan pelajar.
Beberapa sekolah ini telah melewati serangkaian penilaian ketat untuk memenuhi kriteria sebagai sekolah rujukan. Kriteria tersebut mencakup penggunaan aktif teknologi Google Workspace for Education, implementasi kurikulum yang mendukung keterampilan abad ke-21, serta komitmen terhadap inovasi pengajaran yang berpusat pada siswa.
Sebagai sekolah rujukan, institusi ini diharapkan menjadi mercusuar bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia dalam mengadopsi teknologi dan metodologi pengajaran yang relevan dengan era digital. Para guru di sekolah ini telah menerima pelatihan intensif mengenai pemanfaatan berbagai perangkat Google, mulai dari Google Classroom, Google Meet, hingga alat kolaborasi seperti Docs dan Sheets, untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan efektif.
Google Reference School Program adalah program undangan khusus yang diberikan kepada sekolah yang telah menggunakan berbagai teknologi Google for Education dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari dengan cara yang transformatif dan inovatif. Penggunaan Google Workspace for Education, Google Classroom, Chromebooks, and Google Educator Certifications digunakan sebagai acuan dalam evaluasi. Sekolah ini menjadi contoh yang luar biasa bagi sekolah lain.
Menjadi Google Reference School adalah pencapaian yang signifikan. Banyak sekolah yang telah mengikuti program ini menemukan berbagai manfaat berkat pengakuan dan afirmasi yang diberikan dari program ini. Selain itu, sekolah juga bisa mendapatkan keuntungan lain sebagai berikut:
● Branding resmi Google Reference School
● Surat selamat datang dan Plakat Reference School untuk dipajang di sekolah
● Kesempatan untuk berpartisipasi di dalam program khusus Reference School, baik itu dengan Google ataupun di acara-acara Edtech lainnya
● Voucher gratis sertifikasi L1 dan/atau L2 untuk staff/pengajar
● Kesempatan untuk mempromosikan kisah sukses sekolah di berbagai forum
● Profil sekolah akan di highlight di dalam Google Edu Directory
Ini adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi seluruh komunitas sekolah untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi para siswa. Dapat dipercaya bahwa dengan dukungan teknologi, sekolah dapat mempersiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.
Manfaat yang akan dirasakan tidak hanya terbatas pada siswa dan guru di sekolah tersebut. Dengan status rujukan ini, sekolah ini juga akan sering menjadi tuan rumah berbagai lokakarya dan pelatihan bagi pendidik dari sekolah lain, berbagi praktik terbaik, serta memperluas jangkauan dampak positif teknologi dalam pendidikan.

Inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan teknologi. Penunjukan sekolah rujukan Google ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi transformasi digital di sektor pendidikan nasional, membuka lebih banyak peluang bagi siswa untuk mengembangkan potensi mereka secara maksimal.
Lalu bagaimana dan apa yang harus dipersiapkan agar sekolah menjadi Reference School atau sekolah Rujukan?
● Memiliki tingkat adopsi Google Workspace for Education yang tinggi (100% siswa kelas 2-12)
● Memiliki adopsi Google Classroom yang signifikan (80% dari populasi siswa)
● Menggunakan Chromebooks sebagai perangkat keras utama (80% dari populasi siswa)
● Menerapkan sertifikasi Google bagi para pengajar (30% Level 1, 15% Level 2)
● Mampu mendemonstrasikan bagaimana teknologi Google dapat mendukung transformasi positif dalam program belajar-mengajar di dalam kelas
● Membagikan pengalaman Anda dan menjadi seorang advokat untuk Google for Education.
Berkaitan dengan Reference School, Education Specialist untuk wilayah Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara, M. Edward Ranggong, memaparkan bahwa Google Indonesia kini tengah menggulirkan program pelatihan berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan target satu juta guru dalam tiga tahun ke depan.
Ditambahkan oleh Pak Edward, pihaknya telah bertemu dengan Walikota Makassar, Munafri Arifuddin. Dan Walikota sangat menyambut baik program ini.
Lebih jauh dipaparkan oleh Pak Edward menjelaskan tentang Chromebook yang pernah dibagikan oleh pihak Kementerian Pendidikan. “Chromebook ini hanya bisa diakses melalui akun belajar.id. Di luar itu tidak bisa masuk. Bahkan di kota Madiun, siswa diperbolehkan membawa Chromebook pulang karena keamanannya sangat tinggi,” jelas Edward.
Ia menjelaskan, Chromebook juga memiliki fitur berbagi pakai, sehingga satu perangkat bisa digunakan oleh banyak siswa selama memiliki akun belajar.id masing-masing.
Bahkan, dalam pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), laptop ini dapat masuk ke mode ujian secara otomatis dan terintegrasi dari pusat.
Untuk sekolah yang memiliki perangkat lama, Google juga menyediakan solusi lewat Chrome OS Flex (bisa instal) yang dapat dipasang secara gratis untuk menghidupkan kembali perangkat usang.
“Selain perangkat, peningkatan kapasitas guru juga menjadi perhatian, dengan lebih dari 700 ribu guru telah mengikuti pelatihan, dan 25 ribu guru telah bersertifikasi Google, termasuk lebih dari 47 guru di Makassar,” terangnya.
Dijelaskan, program unggulan lainnya adalah Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) yang ditujukan untuk sekolah negeri. Sekolah yang ingin menjadi KSRG harus memiliki minimal 60 unit Chromebook, 30% guru bersertifikasi Google serta komitmen untuk berinovasi dalam pembelajaran.
“Sekolah yang terpilih menjadi KSRG akan mendapatkan pendampingan langsung, hak menggunakan logo Google, dan berkesempatan untuk kolaborasi lintas negara seperti yang sudah dilakukan dengan sekolah di Malaysia,” terangnya.
Sebagai keseriusan Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan, Pemerintah Kota Makassar terus mendorong transformasi pendidikan digital dengan menetapkan target pendirian sekolah unggulan berbasis teknologi di setiap Kecamatan.
Sebagai langkah awal, lanjut Appi, rencana ini akan dimulai pada tahun ajaran baru 2025 dan mencakup guru-guru bersertifikasi ke sekolah digital yang ditunjuk.
“Kita targetkan untuk SD 1 Sekolah per kecamatan diterapkan di kelas 4-6. Sedangkan SMP, bisa di 5 kecamatan sesuai dapil, mulai kelas 1-3,” tutur Appi.
Program ini, lebih khusus lagi bagi guru-guru yang sudah memiliki sertifikasi digital yang akan ditempatkan di sekolah-sekolah tersebut.

Mereka juga akan mendapatkan insentif khusus sebagai bentuk apresiasi dan motivasi.
Sekolah digital ini dirancang menjadi pusat pembelajaran berbasis teknologi, menggunakan Chromebook dan akun belajar.id, serta dilengkapi dengan program pelatihan AI dari Google for Education.
“Pemerintah kota juga akan melakukan uji coba awal untuk memetakan kebutuhan jumlah guru dan murid di sekolah tersebut,” katanya.
“Anak-anak dari pulau pun akan kita fasilitasi untuk bisa masuk dalam sekolah digital ini. Kita akan uji coba, tes seberapa besar kebutuhan guru dan sebaran muridnya,” tambahnya.
Sedangkan, Education Specialist untuk wilayah Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara, M. Edward Ranggong, memaparkan bahwa Google Indonesia kini tengah menggulirkan program pelatihan berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan target satu juta guru dalam tiga tahun ke depan.
Dalam kerja sama terbaru dengan Kementerian Pendidikan, Google akan melatih para guru melalui platform AI bernama Gemini.
Sebagai penunjang, pemerintah kota dan dinas pendidikan telah memfasilitasi infrastruktur berupa laptop Chromebook, yang dipilih karena keamanannya dan efisiensinya dalam kegiatan belajar mengajar.




















