Sorot Media – Makassar, 13 Mei 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh santri SMP Buq’atun Mubarakah Pesantren Darul Aman. Bertanding dalam ajang bergengsi Celebes Silat Championship 2026 tingkat nasional, sekolah ini sukses mengukuhkan diri sebagai Juara Umum III setelah menunjukkan dominasi di berbagai kategori.
Kejuaraan yang berlangsung di GOR Sudiang, Makassar, pada 8-10 Mei 2026 ini merupakan salah satu ajang pencak silat terbesar di Sulawesi Selatan tahun ini. Tercatat, sekitar seribuan pesilat dari berbagai penjuru Indonesia turut berpartisipasi, mulai dari kategori Usia Dini, Pra-Remaja, Remaja, hingga Dewasa.
SMP Buq’atun Mubarakah berhasil naik ke podium juara umum setelah mengumpulkan total 38 medali. Perolehan tersebut terdiri dari:
- 11 Medali Emas
- 11 Medali Perak
- 16 Medali Perunggu
Kepala Sekolah sekaligus Manajer Tim, Mulahizhun Amien, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para atletnya. Menurutnya, capaian ini adalah bukti bahwa santri tidak hanya unggul dalam pendidikan karakter dan keagamaan, tetapi juga mampu bersaing di kancah olahraga nasional.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari disiplin tinggi para atlet, peran pelatih, guru pendamping, serta dukungan penuh dan doa dari orang tua serta seluruh keluarga besar Pesantren Darul Aman,” ujar Mulahizhun Amien.
Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para atlet selama tiga hari kompetisi diharapkan menjadi pemantik motivasi bagi santri lainnya. Setiap medali yang diraih merupakan buah dari latihan tekun dan pembinaan berkelanjutan yang dilakukan di lingkungan pesantren.
Pihak sekolah berharap prestasi Juara Umum III ini menjadi batu loncatan untuk meningkatkan kualitas pembinaan olahraga pencak silat ke depan. Targetnya, SMP Buq’atun Mubarakah dapat melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing tidak hanya di level nasional, tetapi juga merambah ke kancah internasional.
Dengan perolehan gemilang ini, SMP Buq’atun Mubarakah kembali mempertegas posisinya sebagai lembaga pendidikan yang mampu menyeimbangkan prestasi akademik, spiritual, dan non-akademik di Sulawesi Selatan. (Arini Nur Sabila)


















