Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Ribuan Calon Siswa Gagal Masuk SMA Negeri di Makassar, Orang Tua Resah

508
×

Ribuan Calon Siswa Gagal Masuk SMA Negeri di Makassar, Orang Tua Resah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sorot MediaMakassar, 1 Juli 2025 – Gelombang kekecewaan melanda ribuan orang tua di Kota Makassar menyusul pengumuman Sistem Penerimaan Murid Baru SPMB) SMA Negeri tahun ajaran 2025/2026. Diperkirakan sekitar 3.000 calon siswa tidak berhasil mendapatkan kursi di sekolah negeri, memicu kekhawatiran akan masa depan pendidikan anak-anak mereka.

Data awal menunjukkan bahwa kapasitas daya tampung SMA Negeri di Makassar jauh di bawah jumlah pendaftar. Angka 3.000 calon siswa yang tidak tertampung ini merupakan estimasi awal berdasarkan perbandingan total pendaftar dengan kuota yang tersedia di seluruh SMA Negeri di Kota Makassar. Situasi ini diperparah dengan aturan zonasi yang kerap menjadi polemik, meskipun tujuannya adalah pemerataan pendidikan. Banyak orang tua mengeluhkan bahwa meskipun rumah mereka berdekatan dengan sekolah, nilai atau jalur lainnya tidak cukup untuk mengamankan tempat.

Example 300x600

“Anak saya sudah belajar keras, nilainya juga bagus, tapi tetap tidak lolos di SMA Negeri terdekat,” keluh Ibu Hasnah, salah satu orang tua siswa yang ditemui di depan SMAN 16 Makassar. “Kami tidak tahu harus bagaimana lagi. Sekolah swasta biayanya mahal, kami tidak sanggup.”imbuhnya.

Hal yang sama bukan hanya dialami oleh Ibu Hasnah yang anaknya gagal masuk sekolah negeri yang menjadi idamannya. Tapi ribuan orang tua siswa lainnya.

Berkaitan dengan statement para orang tua yang selama ini menganggap bersekolah SMA swasta itu mahal. Tentunya sudah saatnya ungkapan ini dihilangkan, karena banyak sekolah swasta yang gratis, hanya saja para orang tua punya gengsi yang terlalu tinggi dan pilih- pilih sekolah.

Sementara itu, penyebab utama dari permasalahan banyaknya anak yang tidak lolos masuk di sekolah, lantaran sistem SPMB yang berubah.

Seperti sistem Zonasi yang berubah menjadi sistem domisili. Jika tahun-tahun kemarin, sistem zonasi yang diukur jarak rumah ke sekolah maka pada sistem domisili, yang diambil nilai Tes Potensi Akademik ( TPA ) yang dilaksanakan pada Pra Pendaftaran Penerimaan Siswa Baru. Calon siswa yang mengantongi nilai rendah maka dapat dipastikan mereka tidak akan lolos.

Selain dari sistem yang berubah pada SPMB tahun ini, penyebab lainnya. adanya ketidakseimbangan antara jumlah lulusan SMP dengan ketersediaan kursi di SMA Negeri. Pertumbuhan populasi di Makassar yang pesat tidak diimbangi dengan pembangunan atau penambahan ruang kelas baru yang signifikan di sekolah negeri. 

Sebenarnya permasalahan tidak lolosnya casis di sekolah negeri Pemerintah telah memberikan solusi dengan mengalihkannya ke sekolah swasta, tapi kembali pada para orang tua yang memiliki gengsi yang terlalu tinggi yang memilih – milih sekolah. 

Karena apa yang selama ini ada di benak mereka (orangtua red) bahwa bersekolah di sekolah swasta itu harus merogoh kantong dan mengeluarkan biaya yang banyak. Tapi sesungguhnya banyak sekolah swasta yang gratiskan pendidikannya. Bahkan ada sekolah yang mengusahakan agar anak didik mereka mendapatkan beasiswa agar lebih membantu biaya kehidupan mereka, lantara beasiswa yang diterima siswa bersangkutan tidak sepeserpun disetor ke pihak sekolah.

Jadi sebenarnya ribuan anak yang tidak lolos di sekolah negeri bukan tidak ada solusinya tapi kembali kepada para orang tua yang terlalu memiliki gengsi yang tinggi. Dan memandang sekolah swasta itu mahal. Atau memang benar kata pepatah bahwa yang ingin bersekolah sebenarnya itu bukan anaknya tapi orang tuanya, lantaran pilih-pilih sekolah yang bukan pilihan anaknya tersebut. Melainkan pilihan dan keinginan orang tua tua untuk memasukkan anak mereka di sekolah atas pilihan orang tua. ( Redaksi ) Berita hak milik @sorotmedia.my.id.@yaktibhi

Example 300250
Example 120x600