Kabar gembira bagi dunia pendidikan Indonesia! Mulai tahun ajaran 2025/2026, pelajaran koding dan kecerdasan artifisial atau pemrograman secara resmi akan menjadi bagian dari kurikulum di sekolah-sekolah seluruh Indonesia. Kebijakan ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan era digital dan revolusi industri 4.0.

Penerapan pelajaran koding ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan literasi digital dan kemampuan berpikir komputasi siswa sejak dini. Dalam beberapa tahun terakhir, pentingnya penguasaan keterampilan koding semakin diakui secara global, mengingat hampir setiap aspek kehidupan modern kini tidak terlepas dari teknologi.
Membangun Fondasi Keterampilan Masa Depan
Kementerian Pendidikan Dasar Dan Menengah (Kemendikdasmen), dalam beberapa kesempatan telah menekankan bahwa koding bukan hanya tentang menulis program komputer, tetapi juga melatih kemampuan pemecahan masalah, berpikir logis, dan kreativitas. “Dengan belajar koding, siswa tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta. Ini adalah keterampilan fundamental yang akan sangat relevan di masa depan, terlepas dari bidang karir yang mereka pilih,” ujar Pak Muti’ah
Pelajaran koding yang akan diterapkan dirancang secara bertahap, disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Untuk tingkat dasar, fokus akan lebih pada konsep dasar pemrograman melalui metode visual dan permainan edukatif. Sementara itu, di jenjang menengah, siswa akan mulai diperkenalkan dengan bahasa pemrograman yang lebih kompleks dan proyek-proyek yang lebih menantang.
Adapun kelas yang yang mendapatkan pelajaran koding dan kecerdasan artifisial ini, yakni di tingkat SD dimulai dikelas 5, lalu tingkat SMP akan dipelajari oleh siswa kelas 7 dan di jenjang SMA akan dimulai pada kelas 10.
Kesiapan Guru dan Infrastruktur
Pemerintah menyadari bahwa implementasi kebijakan ini memerlukan persiapan yang matang, terutama dalam hal kesiapan guru dan infrastruktur pendukung. Berbagai program pelatihan guru koding intensif telah dan akan terus digalakkan untuk memastikan para pendidik memiliki kompetensi yang memadai. Selain itu, upaya penyediaan fasilitas komputer dan akses internet yang merata di sekolah-sekolah juga menjadi prioritas.
Diharapkan, dengan adanya pelajaran koding ini, Indonesia akan mampu melahirkan talenta-talenta digital unggul yang siap bersaing di kancah global. Langkah ini bukan hanya investasi pada pendidikan, melainkan juga investasi besar bagi masa depan ekonomi digital Indonesia.
Bergandingan dengan Pelajaran Koding yang akan mulai berlaku, untuk tahun ini Pembelajaran Mendalam (PM) menjadi prioritas utama dalam proses belajar mengajar di satuan pendidikan. Dan Pengganti P5 yang menjadi Kegiatan Kurikuler dan Ekstrakurikuler.
Dimana untuk kegiatan kurikuler, satuan pendidikan diwajibkan melaksanakan kegiatan Kepramukaan atau Kepanduan lainnya. Kegiatan ini diharapkan dapat membina dan membentuk karakter anak didik untuk menyongsong Era Digital yang semakin berkembang.

Dalam hal Kepanduan, ada Pandu Digital yang telah lama diluncurkan oleh Kominfo. Dimana Pandu digital sarat dengan kegiatan-kegiatan yang berbasis pada pengenalan teknologi digital.
Pandu Digital Kominfo
Berkaitan dengan keberadaan Pandu Digital sebagai program unggulan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia yang berfokus pada penguatan literasi digital masyarakat. Program ini bertujuan untuk membekali masyarakat Indonesia dengan kemampuan dan pemahaman yang lebih baik dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, aman, dan produktif.
Jika menelisik Tujuan Utama Pandu Digital Kominfo secara garis besar, tujuan utama program Pandu Digital adalah:
- Meningkatkan Literasi Digital Nasional: Memastikan masyarakat Indonesia memiliki pemahaman yang komprehensif tentang Digital Skill, Digital Culture, Digital Safety, dan Digital Ethics.
- Mencetak Agen Perubahan: Melahirkan individu-individu yang tidak hanya kompeten secara teknis dalam penggunaan teknologi, tetapi juga mampu menjadi pendamping dan penyebar semangat literasi digital kepada komunitasnya.
- Mendukung Transformasi Digital: Mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif dan inovatif di era Revolusi Industri 4.0 dan ekonomi digital, sehingga Indonesia bisa bersaing di kancah global.
- Memerangi Konten Negatif: Memberdayakan masyarakat agar lebih kritis dan bijak dalam menyaring informasi, sehingga dapat mengurangi penyebaran hoaks, penipuan online, dan konten negatif lainnya.
Selain itu juga Kegiatan-Kegiatan Pandu Digital Kominfo untuk mencapai tujuannya, Pandu Digital Kominfo melaksanakan berbagai kegiatan, diantaranya:
- Pelatihan dan Workshop Literasi Digital: Ini adalah inti dari program Pandu Digital. Pelatihan ini mencakup berbagai topik, seperti penggunaan aplikasi dasar, keamanan data pribadi, etika berinternet, cara mengenali berita palsu, hingga pemanfaatan teknologi untuk produktivitas (misalnya, pengembangan UMKM digital).
- Pembentukan Komunitas dan Ekstrakurikuler Pandu Digital: Kominfo mendorong pembentukan komunitas Pandu Digital di berbagai lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan (seperti ekstrakurikuler di sekolah). Ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem belajar yang berkelanjutan dan memperluas jangkauan program.
- Program Kelas Keahlian dan Kompetensi Pemberdayaan Pandu Digital (K3PD): Ini adalah program pelatihan yang lebih mendalam, seperti K3PD Strategi Mengajar (untuk pendidik) dan K3PD Bisnis Digital (untuk wirausahawan). Program ini membekali peserta dengan kompetensi spesifik untuk mengintegrasikan teknologi dalam bidang masing-masing.
- “Getok Tular Literasi Digital”: Ini adalah salah satu bentuk aksi nyata dari para Pandu Digital, di mana mereka secara aktif berbagi ilmu dan edukasi literasi digital kepada masyarakat di berbagai segmen.
- Seminar Nasional dan Lokakarya: Kominfo secara rutin mengadakan seminar dan lokakarya berskala nasional maupun regional untuk membahas isu-isu terkini seputar literasi digital dan mendorong kolaborasi antar pemangku kepentingan.
- Kolaborasi dengan Berbagai Pihak: Pandu Digital Kominfo bekerja sama dengan berbagai lembaga, termasuk perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas TIK, dan organisasi masyarakat sipil, untuk memperluas dampak program.
Melalui berbagai kegiatan ini, Pandu Digital Kominfo berupaya menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih cerdas digital, berdaya saing, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk kemajuan diri dan bangsa.
Sekarang yang menjadi pertanyaan apakah kita siap menyambut era baru pendidikan yang lebih relevan dan berorientasi masa depan ini? ( Tim Redaksi )




















