Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BMPSPendidikanSulsel

Seminar Nasional 2025: Refleksi dan Evaluasi SPMB Menuju Pendidikan Berkualitas dan Inklusi

162
×

Seminar Nasional 2025: Refleksi dan Evaluasi SPMB Menuju Pendidikan Berkualitas dan Inklusi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sorot Media- Makassar, 11 Oktober 2025 

Dalam upaya memperkuat mutu pendidikan nasional yang berkeadilan dan inklusif, Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Makassar menggelar Seminar Nasional bertajuk  “Refleksi dan Evaluasi SPMB Menuju Pendidikan Berkualitas dan Inklusi” di Aula BBPMP Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (11/10).

Example 300x600

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Kemendikdasmen, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, Ketua Komisi IX DPR RI, Ketua BMPS Nasional,Dr. H.Ki Saur Panjaitan XIII, M.M serta Ketua BMPS Kota Makassar, Irman Yasin Limpo, SH, M.H dan sebanyak 24 Pengurus BMPS Kota/Kabupaten Se Sulawesi Selatan.

Seminar ini menjadi ruang strategis bagi para pemangku kepentingan pendidikan untuk melakukan refleksi menyeluruh terhadap pelaksanaan Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) sebagai pintu awal menuju pendidikan tinggi yang berkeadilan dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Dalam sambutannya, Kemendikdasmen RI, Abdul Mu’tia, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan swasta, dan masyarakat dalam menghadirkan sistem pendidikan yang benar-benar berpihak kepada peserta didik.

“SPMB bukan hanya seleksi administratif, tetapi bagian penting dari perjalanan mencetak generasi unggul yang siap berdaya saing di era global. Kita harus memastikan bahwa proses seleksi ini berjalan transparan, inklusif, dan memberi ruang bagi semua kalangan,” ujar Menteri.

Ditambahkan oleh Abdul Mu’ti, saat ini Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, Terus melakukan perbaikan mutu dan kualitas pendidikan di negeri ini. Dengan memberikan bantuan Revitalisasi, IFP TV.

Pada kesempatan tersebut, Abdul Mu’ ti juga menyinggung beberapa hal tentang kondisi sekolah swasta yang ada saat ini. Dimana pada dasarnya menekankan, agar sekolah swasta benar – benar mampu menunjukkan kualitas dan mutu. Bukan sekedar sebagai pusat akademik yang berjalan apa adanya. 

Sementara itu, Ketua Komisi IX DPR RI dalam paparannya menyampaikan bahwa aspek pemerataan akses pendidikan masih menjadi tantangan yang perlu ditangani bersama. Ia menekankan perlunya kebijakan afirmatif agar siswa dari berbagai latar belakang sosial, ekonomi, maupun disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Ketua BMPS Nasional turut memberikan pandangan strategis mengenai peran lembaga pendidikan swasta dalam memperluas akses pendidikan berkualitas.

“Sekolah swasta memiliki kontribusi besar dalam pembangunan sumber daya manusia. Melalui refleksi SPMB, kita berharap lahir rekomendasi konkret untuk memperkuat tata kelola pendidikan di semua level,” ungkapnya.

Sementara Ketua BMPS Kota Makassar, Irman yasin Limpo, dalam laporannya menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi daerah untuk berkontribusi terhadap arah kebijakan pendidikan nasional. Inti dari pemaparan Irman Yasin Limpo pada seminar nasional ini bertumpu pada munculnya gagasan-gagasan solutif dalam peningkatan mutu pendidikan di Kota Makassar, khususnya Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kami ingin memastikan bahwa dari Makassar, muncul gagasan-gagasan solutif untuk memperbaiki sistem penerimaan siswa baru yang lebih inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.

Seminar Nasional ini dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan akademisi, praktisi pendidikan, guru, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan diserahkan kepada Kementerian Pendidikan dan DPR RI sebagai bahan perumusan kebijakan di bidang pendidikan tinggi.

Dengan semangat refleksi dan evaluasi, Seminar Nasional 2025 diharapkan menjadi tonggak penguatan sistem seleksi pendidikan yang tidak hanya mengedepankan prestasi akademik, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan, inklusi, dan pemerataan kesempatan bagi seluruh anak bangsa.

Berkaitan dengan pelaksanaan Seminar Nasional yang dilaksanakan dengan dua moda pelaksanaan, yaitu Moda Offline yang diikuti kurang lebih sebanyak 1000 peserta offline dan Online sebanyak 500 peserta. Dimana paran peserta diikuti oleh Kepala-kepala sekolah swasta dan guru-guru. Ini menandakan bahwa minat para pendidikan sangat tinggi untuk mengikuti seminar nasional ini.

Pada Seminar Nasional ini tampil sebagai pemateri, Gogot Suharwoto, S.Pd.M,Ed., Ph.D. Dr. H.Ki Saur Panjaitan XIII,M.M, Prof. Dr. H. Arismunandar. M.Pd dan Dr.Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP

Kegiatan seminar nasional ini juga dirangkai penyerahan sertifikat kehormatan kepada Kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Penyerahan tanda kehormatan ini diberikan oleh BMPS Kota Makassar kepada kepada Dinas Pendidikan karena telah memperhatikan keberadaan sekolah- sekolah swasta pada proses SPMB tahun ini. 

Tentunya keberhasilan pelaksanaan SPMB tahun ini, merupakan sebuah keseriusan pihak Disdik Provinsi yang selalu mengawal jumlah/ kuota pada sekolah negeri, sehingga tidak terjadi hal – hal tidak diinginkan, seperti penambahan kuota dan adanya permainan orang dalam. ( Tim Redaksi )

Example 300250
Example 120x600