Sorot Media Makassar, 1 Nopember 2025
Peningkatan dan penguatan Pelaksanaan Kurikulum Merdeka bertujuan mengajak seluruh komponen sekolah untuk menerapkan pembelajaran mendalam. Selain itu mengubah sistem pembelajaran yang dilakukan oleh para guru yang tidak lagi monoton dengan pemberian materi semata, tetapi bagaimana memberikan dan membawakan materi yang menuju kompetensi lulusan yang diharapkan.

Berkaitan itu Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan terus menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan fokus pada penguatan implementasi Kurikulum Merdeka di seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Makassar. Upaya ini bertujuan untuk memastikan setiap satuan pendidikan mampu mewujudkan pembelajaran yang relevan, mendalam, dan berpusat pada peserta didik, sejalan dengan semangat Merdeka Belajar.
Kolaborasi dan Pendampingan Intensif
Penguatan Kurikulum Merdeka di jenjang SMP ini difokuskan pada tiga pilar utama: peningkatan kompetensi guru, pengembangan perangkat ajar yang kontekstual, dan optimalisasi pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang kemudian dikenal dengan 8 Standar Kompetensi Lulusan.
Beberapa kegiatan penguatan yang telah dan akan dilaksanakan meliputi:
- In House Training (IHT) Bersama untuk para guru dan kepala sekolah terkait perancangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) dan modul ajar.
- Workshop Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) sebagai sumber belajar dan berbagi praktik baik.
- Ajang Berbagi Praktik Baik (Festival Kurikulum Merdeka) tingkat kota yang memberikan ruang apresiasi bagi inovasi pembelajaran terbaik dari guru SMP.
Mendorong Muatan Lokal dan Karakter
Salah satu aspek yang ditekankan dalam penguatan Kurikulum Merdeka di Makassar adalah pengayaan dengan muatan lokal yang relevan. Bekerja sama dengan perguruan tinggi setempat, Pemkot Makassar tengah merancang panduan untuk mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal, budaya, dan karakter khas Makassar ke dalam kurikulum tanpa menambah beban jam pelajaran.

“[Nama Pejabat Disdik] menambahkan, “Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas. Ini kesempatan emas bagi guru-guru SMP di Makassar untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kaya akan karakter dan bangga pada budayanya.”
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meskipun telah menunjukkan kemajuan signifikan, implementasi Kurikulum Merdeka di seluruh SMP Kota Makassar masih menghadapi beberapa tantangan, terutama dalam hal kesiapan fasilitas pendukung dan pemerataan pemahaman filosofi kurikulum bagi seluruh guru.
Namun, dengan semangat ‘Semua Harus Sekolah dan Sekolah Harus Berkualitas’, Pemkot Makassar optimis bahwa upaya penguatan ini akan menghasilkan lulusan SMP yang memiliki kompetensi global, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai Pancasila.
Dinas Pendidikan berharap seluruh kepala sekolah dan guru SMP se-Kota Makassar dapat terus semangat dan adaptif, menjadikan setiap kelas sebagai ruang Merdeka Belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik. ( Tim Redaksi )




















