Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Dinas Pendidikan Makassar Gelar Pengembangan Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah SMP Se-Kota Makassar

353
×

Dinas Pendidikan Makassar Gelar Pengembangan Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah SMP Se-Kota Makassar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sorot Media-Makassar, 21 November 2025

Dinas Pendidikan Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah. Sebanyak 150 Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) baik negeri maupun swasta se-Kota Makassar mengikuti kegiatan Pengembangan Kompetensi Manajerial yang diselenggarakan di Hotel Karebosi Premier, Kota Makassar. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari (21-22 November 2025)

Example 300x600

Kepala Dinas Pendidikan SMP Kota Makassar Achi Soleman.,S.STP.,M.Si dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa manajerial merupakan pengambilan keputusan yang dinamis. Tentunya dengan mematuhi segala aturan yang berlaku. 

Kepala Sekolah harus mengedepankan pematuhan aturan dalam membuat keputusan. Tidak keluar dari rambu-rambu yang telah ditentukan.

Pada kesempatannya juga, Kepala Dinas Pendidikan, mengungkapkan akan adanya berbagai Program Revitalisasi Kemendikdasmen untuk sekolah – sekolah yang membutuhkan bantuan revitalisasi. Pada Revitalisasi ini tidak ada perbedaan antara sekolah negeri maupun swasta. Semua sekolah akan mendapatkan. Tapi tentunya melakukan pelaporan sarana prasarana pada dapodik, tambah Bu Achi.

Kegiatan ini digelar sebagai upaya strategis untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala sekolah dalam menghadapi tantangan transformasi pendidikan di era digital dan implementasi Kurikulum Merdeka berbasis Pembelajaran Mendalam lebih efektif di lingkup satuan pendidikan.

Kepala Bidang GTK SMP, Noptiadi, S.STP.,M.M, menegaskan bahwa kepala sekolah memegang peran vital sebagai “nahkoda” satuan pendidikan. Kompetensi manajerial bukan hanya soal administrasi, melainkan kemampuan mengelola sumber daya sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas.

“Kepala sekolah hari ini harus bertindak layaknya seorang CEO yang visioner. Kompetensi manajerial yang kuat diperlukan untuk memastikan perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program sekolah berjalan efektif, transparan, dan akuntabel,” ujar.

Ditambahkan sebagai seorang nahkoda tentunya harus memiliki kompetensi yang mampu mengambil kebijakan untuk kemajuan dan pengembangan sekolah. Dengan kebijakan kebijakan yang mengedepankan kepentingan bersama dan untuk menciptakan suasana yang nyaman sehingga seluruh stakeholder yang dimiliki satuan pendidikan mampu melaksanakan tugas dan kewajiban dengan baik.

Dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan pendalaman materi yang mencakup beberapa aspek krusial, antara lain:

  • Perencanaan Berbasis Data (Rapor Pendidikan): Memanfaatkan data untuk menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS) yang tepat sasaran.
  • Manajemen Perubahan: Strategi mengelola transisi ke Kurikulum Merdeka.
  • Digitalisasi Sekolah: Optimalisasi penggunaan teknologi dalam administrasi dan pembelajaran.
  • Supervisi Akademik: Teknik pembinaan guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran di kelas.
  • Pengambilan kebijakan yang tepat dalam melakukan pengembangan pendidikan di satuan pendidikan.

Salah satu pemateri,menekankan pentingnya kolaborasi. “Kompetensi manajerial juga mencakup kemampuan membangun jejaring dan kolaborasi dengan orang tua serta masyarakat. Sekolah tidak bisa berdiri sendiri,” ungkapnya.

Selain itu juga seorang Kepala Sekolah yang juga disebut sebagai Leader, harus memiliki beberapa kompetensi, diantara kompetensi sosial, agar tahu masalah-masalah yang terjadi baik dalam lingkungan sekolah maupun di masyarakat.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para kepala sekolah. Kepala Sekolah SMP baik negeri maupun swasta.

“Materi yang diberikan sangat relevan dengan kondisi lapangan saat ini. Terutama mengenai pengelolaan dana BOS dan strategi supervisi guru yang humanis namun efektif. Ini menjadi bekal berharga bagi kami untuk dibawa kembali ke sekolah,” tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama para kepala sekolah untuk meningkatkan kualitas manajemen sekolah demi mewujudkan profil Pelajar Pancasila di Kota Makassar.

Sementara pemateri lainnya, Dr. Abdi., M.Pd, Ketua BAN PDM dan Sekum PGRI Provinsi Sulawesi Selatan dengan materinya Kebijakan Dan Mekanisme Akreditasi Dasmen Tahun 2025, menitik beratkan akreditasi sekolah bukan hanya sekadar label atau nilai di atas kertas. Ini adalah proses penilaian komprehensif untuk menentukan apakah sebuah sekolah layak beroperasi dan memenuhi Standar Nasional Pendidikan.

Oleh Dr. Abdi, bahwa akreditasi merupakan jaminan mutu yang menjadi panduan bagi orang tua dalam memilih sekolah. Sekolah dengan akreditasi A umumnya memiliki fasilitas, kualitas guru, dan manajemen yang lebih terjamin dibandingkan sekolah yang belum terakreditasi. Drs Abdi juga memaparkan mekanisme akreditasi yang terdiri dari dua sistem, yaitu melalui automasi dan visitasi.

Lalu Legalitas Ijazah dimana secara hukum, hanya sekolah yang terakreditasi yang berwenang menandatangani dan menerbitkan ijazah. Sekolah yang belum terakreditasi seringkali harus “menginduk” ke sekolah lain untuk penerbitan ijazah/ujian nasional. ( Atika Rahmadani )

Example 300250
Example 120x600