Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kota MakassarPendidikan

55 SMP Swasta Kota Makassar Mendukung Program Pendidikan Gratis Walikota Makassar

91
×

55 SMP Swasta Kota Makassar Mendukung Program Pendidikan Gratis Walikota Makassar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sorot Media- Makassar, 30 Juni 2026

Sebanyak 55 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta di Kota Makassar menyatakan komitmen penuh untuk mendukung program pendidikan gratis yang dicanangkan oleh Walikota Makassar. Langkah ini diambil sebagai bentuk kolaborasi nyata antara pihak swasta dan pemerintah daerah dalam menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Example 300x600

Dukungan ini disampaikan langsung dalam pertemuan koordinasi antara Dinas Pendidikan Kota Makassar dan para kepala sekolah serta yayasan pengelola SMP swasta se-Kota Makassar baru-baru ini. Di katakan, bahwa awalnya ada sekitar 67 SMP Swasta yang bersedia pada program ini, tetapi karena keterlambatan mengumpulkan berkas sehingga yang terinput di sistem hanya berjumlah 55 SMP Swasta.

Program pendidikan gratis yang menjadi salah satu pilar utama visi misi Walikota Makassar ini awalnya berfokus pada sekolah negeri. Namun, dengan bergabungnya 55 SMP swasta, akses masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan berkualitas di Kota Daeng kini semakin terbuka lebar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar menyambut baik inisiatif dan kerelaan pihak swasta untuk bersinergi dalam menyukseskan program ini.

“Ini adalah momentum besar bagi pendidikan di Makassar. Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Dengan dukungan 55 SMP swasta ini, kita bisa memastikan tidak ada lagi anak di Makassar yang tidak sekolah hanya karena kendala biaya,” ujarnya.

Untuk menjaga transparansi dan efektivitas, program dukungan dari SMP swasta ini akan diatur melalui mekanisme khusus. Pemerintah kota akan memberikan subsidi atau bantuan operasional tambahan kepada sekolah swasta yang terlibat, sehingga kuota siswa gratis, khususnya dari jalur afirmasi atau keluarga prasejahtera dapat terpenuhi tanpa mengganggu operasional sekolah.

Beberapa poin penting dari kesepakatan ini antara lain:

  • Pembebasan Biaya Pangkal & SPP: Sekolah swasta yang berpartisipasi berkomitmen membebaskan atau meringankan biaya pendidikan bagi siswa yang memenuhi syarat.
  • Kuota Khusus Afirmasi: Menyediakan persentase kursi khusus untuk anak-anak dari basis data kemiskinan ekstrem milik Pemkot.
  • Penyelarasan Kualitas: Pemerintah berkomitmen memberikan pelatihan guru dan bantuan sarana prasarana penunjang bagi sekolah swasta mitra.

Perwakilan dari asosiasi sekolah swasta menyatakan bahwa keterlibatan mereka adalah wujud tanggung jawab sosial.

“Kami memahami beban masyarakat saat ini. Melalui program Pak Wali, kami ingin membuktikan bahwa sekolah swasta juga peduli dan siap menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan anak bangsa di Makassar,” ungkap salah satu kepala sekolah swasta yang hadir.

Dengan adanya dukungan masif ini, Pemerintah Kota Makassar optimistis target wajib belajar 9 tahun dapat tercapai 100% dalam waktu dekat, sekaligus menjadikan Makassar sebagai kota ramah pendidikan yang inklusif bagi semua kalangan.

Berkaitan program kerja sama ini, pada hasil pendaftaran terdapat sejumlah siswa yang tertampung di SMP Swasta sesuai pengajuan kuota. Tapi setelah pengumuman dan pendaftaran, hanya beberapa SMP Swasta yang didatangi siswa yang melakukan pendaftaran ulang dan menerima untuk sekolah di SMP Swasta yang menjadi pilihan ke-5 mereka. Sementara sejumlah SMP Swasta belum pernah didatangi siswa yang dinyatakan lulus di pilihan ke-5. Sehingga hal ini membuat para pengelolah SMP Swasta beranggapan bahwa sama saja tidak ada siswa dari hasil seleksi pada SPMB yang berhasil terverifikasi yang berada di sekolah mereka. nah ( Liputan. Rizal Salim)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan