Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Menuju Sekolah Ekowisata, Universitas Sawerigading Sukses Gelar PKM Dua Hari di SDN 276 Latappere Soppeng

109
×

Menuju Sekolah Ekowisata, Universitas Sawerigading Sukses Gelar PKM Dua Hari di SDN 276 Latappere Soppeng

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rangkaian kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diinisiasi oleh tim akademisi Universitas Sawerigading Makassar di SD Negeri 276 Latappere, Kabupaten Soppeng, sukses dilaksanakan selama dua hari berturut-turut pada 29–30 Juni 2026. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari guru, pengurus komite sekolah, orang tua wali siswa, serta perwakilan siswa ini memfokuskan perhatian pada tata kelola sampah organik menjadi kompos guna mendorong terwujudnya kebun edukatif sekolah.

Rangkaian kegiatan ini merupakan wujud nyata dari pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Hibah BIMA Tahun Pendanaan 2026. Program strategis ini berhasil berjalan sukses berkat dukungan penuh dan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Example 300x600

Kolaborasi Akademisi, Mahasiswa, dan Mitra Sekolah

Tim pelaksana dari Universitas Sawerigading Makassar dipimpin langsung oleh Dr. Irwan, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Tim Pelaksana, didampingi oleh dua anggota dosen ahli yaitu Muhammad Agus Budiawan, ST., M.Si. dan St. Aminah H. Umar, S.Kom., MT. Guna mengoptimalkan hilirisasi riset di tingkat pendidikan tinggi, kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa aktif, yaitu Syafri Safruddin dan Apriliya Permana.

Program pengabdian yang bertajuk “Pemberdayaan Komite Sekolah Berbasis Ekowisata Edukatif melalui Pemanfaatan Teknologi Komposter di SD Negeri 276 Lattappere Kabupaten Soppeng” ini menggandeng mitra strategis, yaitu Komite Sekolah SDN 276 Latappere yang diketuai oleh Arisal Purnama, S.Pd., serta mendapat dukungan penuh dari Kepala Sekolah SDN 276 Latappere, Hasbi, S.Pd.

Hari Pertama: Penguatan Kelembagaan Komite Sekolah

Pada hari pertama (Senin, 29 Juni 2026), kegiatan difokuskan pada penguatan internal dan kapasitas kelembagaan dengan menghadirkan H. A. Muhammad Zulkarnaen, ST., MM. (Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng) sebagai narasumber utama.

Dalam sesi bertajuk “Pelatihan Kelembagaan dan Pemberdayaan Komite Sekolah”, materi yang dikupas secara tuntas meliputi:

  • Kebijakan Pendidikan dan Peran Strategis Komite Sekolah dalam memajukan mutu pendidikan di daerah.
  • Penguatan Kelembagaan Komite Sekolah demi terciptanya transparansi dan sinergi yang kokoh antara sekolah dan orang tua siswa.
  • Peran Komite Sekolah dalam Program Sekolah Berbasis Lingkungan, guna membangun budaya sadar lingkungan sejak dini.
  • Komite Sekolah sebagai Penggerak Program Komposter dan Kebun Edukatif yang bertindak sebagai fasilitator sarana green school.

Hari Kedua: Kupas Tuntas Teknis Pengolahan Sampah Bersama DLH Soppeng

Memasuki hari kedua (Selasa, 30 Juni 2026), eskalasi kegiatan beralih ke aspek praktis dan implementasi teknologi tepat guna. Hadir sebagai narasumber adalah Abdul Aziz, SE, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Soppeng.

Dalam sesi intensif bertajuk “Pelatihan Teknis Pengelolaan Sampah Organik dan Penggunaan Komposter”, Abdul Aziz memaparkan materi komprehensif sekaligus memandu jalannya simulasi nyata yang meliputi:

  • Teknik pemilahan sampah organik langsung dari sumbernya di lingkungan sekolah.
  • Prosedur pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos yang bernilai guna.
  • Penggunaan dan pemeliharaan teknologi komposter agar dapat digunakan secara berkelanjutan.
  • Praktik langsung pengolahan sampah organik berbasis sekolah yang diikuti secara antusias oleh seluruh peserta.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi dari pihak sekolah selaku penerima manfaat program.

Kepala Sekolah SDN 276 Latappere, Hasbi, S.Pd., mengungkapkan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas terpilihnya sekolah yang ia pimpin sebagai lokus pengabdian.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tim Pengabdian Universitas Sawerigading Makassar dan kementerian terkait. Kehadiran program ini memberikan dampak yang luar biasa. Melalui pelatihan ini, sekitar 50 warga sekolah kami kini paham bagaimana mengubah sampah yang tadinya tidak bernilai menjadi media pembelajaran yang produktif melalui kebun edukatif. Ini langkah nyata menuju sekolah ramah lingkungan,” ujar Hasbi, S.Pd.

Senada dengan Kepala Sekolah, Ketua Komite Sekolah SDN 276 Latappere, Arisal Purnama, S.Pd., juga menyatakan bahwa pelatihan dua hari ini memberikan bekal kelembagaan yang sangat berharga bagi pengurus dan orang tua siswa.

“Selama ini peran komite sering kali dianggap administratif saja. Namun melalui materi penguatan kelembagaan di hari pertama dan praktik langsung komposter di hari kedua bersama Dinas Lingkungan Hidup, kami merasa betul-betul diberdayakan. Kami siap berkomitmen penuh menjadi motor penggerak bersama orang tua siswa untuk merawat dan mengembangkan kebun edukatif berbasis ekowisata di sekolah ini,” pungkas Arisal Purnama, S.Pd.

Melalui pelaksanaan PKM yang komprehensif selama dua hari ini, SD Negeri 276 Latappere siap menjadi role model atau percontohan sekolah berbasis ekowisata edukatif di Kabupaten Soppeng. Sampah organik tidak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan diubah menjadi sumber daya yang mendukung proses pembelajaran hijau bagi seluruh siswa.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan